Minggu, 21 Oktober 2012

NASIHAT RASUL KEPADA PARA REMAJA

Dari Ibnu Abbas ra, katanya: Pada suatu hari aku berada dibelakang Rasulullah SAW (boncengan), lalu beliau bersabda: Wahai anak, peliharalah Allah niscaya (Dia) akan memelihara kamu, peliharalah Allah niscaya (Dia) akan berada dihadapan kamu, dan jika engkau memohon maka memohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah, dan ketahuilah bahwa jika umat berkumpul (bersepakat) untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan (ditakdirkan) oleh Allah , dan jika umat berkumpul (bersepakat) untuk mendatangkan bencana atas kamu, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan (ditakdirkan) oleh Allah. Dan telah diangkat segala pena dan telah kering segala buku.
(Hadis Hasan Sahih Riwayat Iman Tarmidzi)
Syarah AL HADIS:
Peliharalah Allah, niscaya (Dia) akan memelihara kamu.
Maksudnya: Kita harus selalu memelihara hukum hukum Allah, hak Allah, perintah Allah dan larangan Allah. Yaitu dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.Amalan wajib yang paling utama agar dipelihara adalah ibadah shalat. Dan juga termasuk kedalam makna pemeliharaan ini adalah kita harus menjaga anggota badan kita dari melakukan hal hal haram. Dan diantara hadis yang menyebut tentang pemeliharaan ini, adalah:
Artinya: Barangsiapa yang memelihara apa yang ada diantara dua janggutnya (yaitu mulutnya) dan apa yang ada diantara dua kakinya (yaitu kemaluannya) maka dia masuk surga.(Hadis dari Abi Hurairah).
Singkatnya, ada dua makna yang dimaksud dengan memelihara Allah yaitu:
Memelihara hukum hukum yang berhubungan dengan praktek hati seperti keimanan (akidah), keikhlasan, rasa takut, cinta, harap dan sebagainya. Begitu juga seperti memelihara hati dari dari segala jenis penyakitnya. Maka memelihara praktek hati ini adalah lebih penting dari memelihara praktek yang tidak bersangkutan dengan hati. Memelihara hukum hukum yang bersangkutan dengan amalan anggota yanq lahir. Apakah praktek itu membawa kepada kebaikan agamanya seperti shalat, menutup aurat dan sebagainya atau yang dapat membawa kepada kebaikan dunianya yaitu muamalat atau aktibiti yang mendatangkan manfaat.
Peliharalah Allah, niscaya kamu dapati Dia dihadapanmu:
Artinya: Jika kita memelihara Allah sebagaimana maksud diatas maka dia bukan saja akan mendapat pemeliharaan dari Allah, bahkan Allah akan berada dihadapannya yaitu bersamanya dimana saja dia pergi. Allah akan menolongnya, mengawalnya, memperkuat hatinya dan menunjukinya ke jalan yang lurus. Orang yang menemukan Allah besertanya akan selalu merasa tenang, gembira, kuat, dan tidak ada yang perlu ditakuti. Bukankah Allah telah menguatkan semangat Musa dan Harun AS ketika mereka merasa takut berhadapan dengan Firaun?
Allah berfirman: Janganlah kamu berdua takut, sesunqguhnya Aku bersama kamu berdoa Aku Mendengan dan Melihat (Thaha: 46).
Bukankah Nabi Muhammad SAW pernah memperkuat semangat Abu Bakar As Siddiq ketika beliau berdua berada dalam gua Tsur?
Firman Allah: Ketika orang orang kafir (mushrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah), sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu ia berkata kepada temannya: "Jangan kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita. (At Taubah / 9: 40).
Dan jika kamu memohon maka memohonlah kepada Allah: Maksudnya: Setelah kita meyakini bahwa jika kita memelihara hukum hukum Allah niscaya Allah akan selalu berada bersama kita dengan ilmunya, hidayahNya dan pertolongannya. Maka sudah sewajarnyalah jika kita meminta sesuatu harus kita memohon kepada Allah yang Maha Dekat (Qarib) lagi Maha Pemberi (Wahhab), bukan kepada yang lain.
Permohonan manusia kepada Allah ada dua cara:
Melalui lisan. Mengungkapkan isi hati melalui lidah dengan penuh khusyuk dan merendah diri (tawadhu ') dihadapan Allah yang Maha Kaya lagi Maha Berkuasa.
Melalui praktek. Apa saja praktek yang dilakukan, apakah sebagai pedagang, dokter, pekerja pabrik, menuntut ilmu, hendaknya mereka selalu ingat kepada hukum hukum Allah ketika melaksanakan tugas masing masing sambil mengharap kiranya pekerjaan tersebut dapat membawa kebaikan baginya pada masa depan.
Dan jika kamu meminta pertolongan maka mintalah kepada Allah.
Isi nasihat ini mengandung dua pengajaran:
Mengingatkan umat manusia bahwa mereka adalah makhluk yang lemah, kekuatan mereka sangat terbatas, mereka tidak akan dapat mencapai apa yang mereka hajatkan tanpa bantuan pihak lain.
Mengingatkan umat manusia betapa kuasa Allah yang tiada tara dan batasannya. Segala penghuni langit dan bumi tunduk kepada ketentuan-Nya. Jadi atas dasar inilah maka manusia harus memohon sesuatu hanya kepada Allah. Kecuali dalam hal-hal biasa yang termampu dikerjakan oleh manusia, seperti mengangkat suatu barang, meminjam sesuatu dan lain-lain.Namun demikian kita juga harus memohon kepada Allah agar dipermudah jalan untuk mendapatkannya.
Selain itu juga wajib diketahui bahwa memohon pertolongan kepada Allah atau berdoa kepada-Nya harus langsung secara terus menerus kepada-Nya, tidak melalui sembarang perantara atau wasitah dari manusia atau lainnya.
Tidak ada orang yang dapat memberi manfaat dan mudarat tanpa izin Allah:
Rasul saw. menjelaskan kepada Ibnu Abbas RA bahwa jika sekalian umat atau makhluk kelompok dan bersatu untuk memberi manfaat kepadanya ataupun sebaliknya mereka bersatu dan berkumpul untuk mendatangkan mudarat kepadanya, namun semua itu tidak mungkin akan terjadi kecuali apa yang telah dituliskan untuknya di Lauh Mahfudz sejak azali.
Oleh sebab itu kita tidak seharusnya terlalu gembira atau berduka terhadap sesuatu yang dilakukan orang lain terhadap diri kita. Karena kita yakin bahwa segalanya adalah di dalam ketentuan Allah. Kalau di dalam ketentuannya tidak ada keputusan untuk memberikan sesuatu kepadanya, niscaya dia pasti tidak akan dapat memperolehnya meskipun seluruh makhluk bersatu berusaha untuk menolongnya. Demikian sebaliknya kalau ditentukan bahwa ia akan mendapatkannya, meskipun seribu hambatan, pasti ia akan memperolehnya juga.
Allah berfirman: Dan jika Allah kenakan bahaya kepada engkau maka tidak ada yang menjauhkannya melainkan Dia.Dan jika dia menginginkan kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya itu. (Yunus: 107)
JADI .....KESIMPULANNYA:


1. Meskipun awalnya nasihat ini untuk Ibnu Abbas yang ketika itu masih muda remaja, namun prinsip pengajaran yang dikandung hadis ini adalah umum yang juga berguna untuk orang yang telah dewasa atau tua.
2. Memelihara Allah berarti memelihara agamanya.Memelihara agama berarti menjadi orang yang menuruti hukumnya dan mengikuti aturannya. Dan itu tidak mungkin dapat dilakukan tanpa amal bakti, usaha dan ikhtiar.Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
3. Para remaja hari ini rentan dengan bermacaam pengaruh negatif. Sungguh banyak kalangan mereka yang jatuh kelembah kehinaan. Mereka sebenarnya bisa mendapat pemeliharaan Allah. Tetapi bagaimana mereka akan mendapat pemeliharaan Allah kalau mereka sendiri tidak berusaha memelihara Allah?
4. Setiap orang tua harus berusaha untuk memberikan pemahaman tentang konsep yang terkandung dalam hadits ini kepada anak-anak mereka. Jika mereka dapat memahami dan menerapkan konsep ini, selain tugas orang tua akan menjadi lebih ringan dan juga insya Allah para remaja mereka akan selamat di dunia dan di akhirat.


Related Posts

NASIHAT RASUL KEPADA PARA REMAJA
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.