Kamis, 25 Oktober 2012

MEMBACA BAHASA TUBUH BAYI

MEMBACA BAHASA TUBUH BAYI


Tips: Membaca Isi Hati Orang dengan Memahami Bahasa Tubuhnya
Bahasa tubuh (body language)
Bahasa tubuh (body language) merupakan alat komunikasi primitif yang sudah lama dipergunakan oleh manusia. Bahasa tubuh merupakan gerakan tubuh dan bagian-bagiannya yang terjadi secara spontan dan merupakan hasil olah alam bawah sadar dalam upayanya mengekspresikan perasaan dan keinginan tersembunyi di dalam hati. Sejak manusia masih berupa bayi, perubahan mimik (ekspresi) wajah dan gerak anggota tubuh merupakan alat komunikasi antara si bayi dengan orang di sekitarnya. Karena seorang anak bayi masih belum bisa berkata-kata, maka bahasa tubuh menjadi bahasa utama dan penting sebagai alat pengungkap perasaan dan keinginannya yang harus dimengerti oleh orang di sekitarnya agar dapat memahami keinginan si bayi dan memenuhi kebutuhannya.

Beberapa contoh bahasa tubuh seorang anak bayi:
-     Menggerak-gerakkan bibir dan mengecap-ngecapnya atau mengisap-isap jarinya: Salah satu tanda bahwa bayi sedang haus dan lapar.
-     Memainkan lidah: Sedang senang, biasanya diikuti dengan menggerak-gerakkan tangan dan kaki.
-     Telapak tangan menggenggam erat: Aku merasa udara dingin.
-     Telapak Tangan membuka: Aku merasa udara hangat.
-     Mengangkat kedua tangannya: Aku ingin digendong atau ingin bermain-main.
-     Tersenyum: Aku sedang merasa senang dan bahagia karena terpuaskan keinginanku.
-     Menangis: Aku sedang marah dan kesal karena tidak ada seorang pun yang memenuhi keinginanku.
-     Menghentak-hentakkan kaki berarti perasaannya sedang ketakutan. Apabila sambil tertawa berarti: Aku sedang merasa sangat senang dan bahagia yang luar biasa karena aku puas. Apabila sambil menangis berarti Aku merasa sangat marah dan kesal karena tidak ada orang yang memenuhi keinginanku.
Setelah manusia menjadi lebih dewasa dan mampu berkomunikasi dengan bahasa lisan secara fasih, bahasa tubuh masih merupakan alat komunikasi penting yang harus diperhatikan di dalam menjalin hubungan di antara sesama manusia. Ekspresi perasaan dan keinginan yang muncul dari alam bawah sadar ini bisa menjadi tanda bagi kita dalam membaca isi hati lawan bicara kita. Bahkan seringkali ucapan kata-kata yang keluar dari mulut seseorang ternyata tidak sesuai dengan bahasa tubuh yang ditampilkan oleh gerak tubuh dan mimik wajahnya, atau dengan kata lain ada upaya menutup-nutupi perasaan yang sesungguhnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memahami bahasa tubuh:
1.   Bagian-bagian tubuh yang harus diperhatikan seperti kepala dan wajah serta bagian-bagiannya, dan tubuh bagian bawah dan anggotanya seperti tangan dan kaki.
2.  Perubahan mimik atau ekspresi wajah.
3.  Gerakan tangan dan kaki.
4.  Arah dan posisi tubuh.
5.  Areal atau wilayah di dalam dan di luar tubuh.

Selasa, 23 Oktober 2012

Eisssttt Cinta cinta cinta !!!!!





Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mempersilakan.
Atau mengambil kesempatan.
Yang pertama adalah pengorbanan.
Yang kedua adalah keberanian.
(Jalan Cinta Para Pejuang_ Salim A Fillah)



Jamaah ini bukan jamaah malaikat tanpa hasrat. Meski tiap pertemuan ada sekat dan hijab, tetap saja fitnah bersiap siaga menjerat. Suatu fitrah nan indah dari Sang Pencipta. Tentu saja tak layak diumbar tanpa ikatan yang sah.
“Nantikan ku di batas waktu, ya ukhti” jelas bukanlah risalah yang dibenarkan syariat, yaa Akhi…
Belajarlah dari kisah romansa ‘Ali dan Fatimah. Yang sebenarnya saling memendam rasa begitu lama. Namun tak jua Sang Pria memberanikan diri memulainya walau lamaran Abu Bakar dan Umar al Khattab telah bermula. Apalah aku ini, pikir sang pemuda, hanya seorang pemuda yang tak berpunya bahkan sekadar mahar seadanya.
Tapi lihatlah ketika Allah berkehendak.
“Aku hendak menikahkan engkau hanya atas dasar mas kawin sebuah baju besi saja. Aku puas menerima barang itu dari tanganmu. Hai Ali engkau wajib bergembira sebab Allah ‘Azza wa jalla sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan engkau di bumi!” Demikian perkataan Sang Rasul dalam riwayat yang diceritakan Ummu Salmah RA.
Sungguh, sebuah Romansa cinta penuh gairah ketaatan pada Robb nya yang syetan pun tak mereka kabari gejolaknya. Dan cinta pun bersemi indah hingga ke surga.
Maka mencinta lah sejantan ‘Ali. Menyimpan rapat di hati atau persilakan sang pujaan meniti mencari ridha Illaahi tanpa engkau temani. Materi bukan halangan berarti, ya Akhi. Cukuplah janji Allah engkau yakini. Maka Bismillaah…mantapkan hati.
***
“Nikahkan aku dengan nya, Yaa Abi…” atau “Ta’aruf-kan Ana dengan si ikhwan, Wahai Murabbi…” begitu syariat mengajarkan kita, Yaa Ukhti…
“Tapi kan, kita ini akhwat. Masa iya kita yang memulai?”
Ohoho terlupakah kita kekasih sang Rasulullah, Bunda Khadijah?
Dengan selisih umur yang tak sedikit, dengan status janda dan bujang, dengan strata social yang tak sepadan, cinta mereka pun menjadi kisah cinta mengagumkan. Cinta yang tetap abadi walaupun Khadijah tak lagi di sisi. Bahkan Sang Rasul menangis ketika ditanya kesediaannya untuk kembali menikah sembari berkata, “Masih adakah orang lain setelah Khadijah?”
Sejarah telah mencatat, tak berkurang izzahnya sang muslimah ketika mengutarakan isi hatinya agar bisa terjaga dalam bingkai yang sah. Lantas, apa yang engkau khawatirkan, wahai Muslimah? Tak khawatirkah dirimu syetan merajai benak mu hingga berzina-lah hati mu sepanjang masa menunggu pangeran impian mu itu?
Di Jalan Cinta Para pejuang, kita belajar untuk bertanggung jawab atas perasaan kita
Maka bertanggung jawablah atas apa yang engkau rasa. Mengutarakannya dengan cara syariat jelas bukanlah dosa. Bermain-main dengan gejolak hati justru memancing datangnya syetan penggoda. Tanyakan hati mu seberapa kuat diri mu menahannya. Ingat juga syetan tak kenal putus asa. Dan kita bukanlah pribadi terjaga bak ‘Ali dan Fatimah.
Tak selalu cinta bersemi di taman cinta hingga abadi. Penerimaannya memekarkan benih di hati. Tentu penolakan bukanlah tanda berakhirnya hari-hari. Ia adalah jalan yang dipilih Tuhan mu dan Tuhan nya. Mungkin juga pertanda belum siapnya melangkah. Hingga perlu berbenah hingga yang terbaik menurutNYA menyapa. Yakinlah IA Maha Tahu yang terbaik untuk kita.
Kau dan aku telah memilih langkah. Dan di jalan juang lah kita berada. Sebuah jalan yang tak ada pertolongan selain kekuatan NYA. Dan pertolongan kan sirna ketika kita hiasi jalan juang ini dengan maksiat atas sucinya fitrah.


Minggu, 21 Oktober 2012

KISAH INSPIRATIF... CINTA TAK BERSUARA


Ada saudagar yang kaya yang sudah tua usiannya.Hartanya sangat banyak. Sementara ia sudah tidak memiliki istri lagi. Ia kini hidup dengan seorang putranya. Anak lelaki satu-satunya ini memiliki sifat yang berbeda dengan sang ayah. Ayahnya adalah orang yang sangat gigih dalam bekerja.Sedangkan anaknya, hanya bersenang-senang saja. Memang, sangking banyaknya hartanya itu, tidak akan habis dimakan sampai tujuh turunan. Saudagar kaya ini memiliki perpustakaan besar. Bahkan, terbesar di jamannya. Sewaktu muda, ia giat bekerja sehingga menjadi kaya raya seperti sekarang ini. Kini, ia ingin menikmati masa tuanya dengan tenang. Menikmati jerih payahnya saat muda. Ada satu sifat yang tidak disukai si anak dari diri ayahnya. Yaitu, ayahnya dinilai seorang yang pelit. Sang ayah sangat selektif dengan permintaan anaknya. sang anak merasa jengkel dengan sifat ayahnya ini. Karena tidak setiap yang ia inginkan, bisa dipenuhi oleh ayahnya.
Padahal, apa yang ia inginkan, pasti bisa terjangkau dengan banyaknya harta yang dimiliki ayahnya. Suatu hari, sang anak datang menghadap ayahnya. Ia berniat meminta sesuatu terhadap ayahnya. Sudah jauh-jauh ia menyusun rencana ini. Berharap ayahnya mau mengabulkan keinginannya. "Anakku, kau tampak murung. Apa yang kau pikirkan? "Tanya sang ayah."Ayah, aku sangat beruntung memiliki seorang ayah sepertimu.Nasibku tidak seperti orang kebanyakan yang serba kekurangan.pokoknya aku bangga menjadi anakmu. "ujar sang anak."Syukurlah!" "Begini ayah, kemarin ketika aku jalan-jalan dengan mengendarai sepeda motor, aku terus diperhatikan oleh orang-orang yang kujumpai. Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan tentang aku. Mungkin mereka merasa aneh, anak saudagar kaya hanya mengendarai sepeda motor! "Si anak mulai menyentil."Maksud?" "Beberapa hari yang lalu, aku melihat iring-iringan mobil ke arah kota. Aku berpikir, alangkah nyamannya naik mobil.Tidak kepanasan, seperti naik sepeda motor. Maka akupun berkeinginan untuk memiliki sebuah mobil. Apakah Ayah mau memenuhi keinginanku? " Sang ayah menarik nafas panjang "Anakkku, Ayah kira dengan sepeda motor sudah cukup untukmu.Kau hanya berkeliling di sekitar sini saja kan? " "Tapi, aku sungguh ingin merasakan bagaimana rasanya naik mobil, Ayah!""Ayah akan pikirkan dulu. Besok akan Ayah berikan jawabannya.  Keesokan harinya, sang anak tengah duduk di ruang keluarga. Menunggu jawaban ayahnya. Dalam hati ia berdoa, agar ayahnya mau mengabulkan permintaaanya tersebut.

NASIHAT RASUL KEPADA PARA REMAJA

Dari Ibnu Abbas ra, katanya: Pada suatu hari aku berada dibelakang Rasulullah SAW (boncengan), lalu beliau bersabda: Wahai anak, peliharalah Allah niscaya (Dia) akan memelihara kamu, peliharalah Allah niscaya (Dia) akan berada dihadapan kamu, dan jika engkau memohon maka memohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah, dan ketahuilah bahwa jika umat berkumpul (bersepakat) untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan (ditakdirkan) oleh Allah , dan jika umat berkumpul (bersepakat) untuk mendatangkan bencana atas kamu, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan (ditakdirkan) oleh Allah. Dan telah diangkat segala pena dan telah kering segala buku.
(Hadis Hasan Sahih Riwayat Iman Tarmidzi)
Syarah AL HADIS:
Peliharalah Allah, niscaya (Dia) akan memelihara kamu.
Maksudnya: Kita harus selalu memelihara hukum hukum Allah, hak Allah, perintah Allah dan larangan Allah. Yaitu dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.Amalan wajib yang paling utama agar dipelihara adalah ibadah shalat. Dan juga termasuk kedalam makna pemeliharaan ini adalah kita harus menjaga anggota badan kita dari melakukan hal hal haram. Dan diantara hadis yang menyebut tentang pemeliharaan ini, adalah:
Artinya: Barangsiapa yang memelihara apa yang ada diantara dua janggutnya (yaitu mulutnya) dan apa yang ada diantara dua kakinya (yaitu kemaluannya) maka dia masuk surga.(Hadis dari Abi Hurairah).
Singkatnya, ada dua makna yang dimaksud dengan memelihara Allah yaitu:
Memelihara hukum hukum yang berhubungan dengan praktek hati seperti keimanan (akidah), keikhlasan, rasa takut, cinta, harap dan sebagainya. Begitu juga seperti memelihara hati dari dari segala jenis penyakitnya. Maka memelihara praktek hati ini adalah lebih penting dari memelihara praktek yang tidak bersangkutan dengan hati. Memelihara hukum hukum yang bersangkutan dengan amalan anggota yanq lahir. Apakah praktek itu membawa kepada kebaikan agamanya seperti shalat, menutup aurat dan sebagainya atau yang dapat membawa kepada kebaikan dunianya yaitu muamalat atau aktibiti yang mendatangkan manfaat.
Peliharalah Allah, niscaya kamu dapati Dia dihadapanmu:
Artinya: Jika kita memelihara Allah sebagaimana maksud diatas maka dia bukan saja akan mendapat pemeliharaan dari Allah, bahkan Allah akan berada dihadapannya yaitu bersamanya dimana saja dia pergi. Allah akan menolongnya, mengawalnya, memperkuat hatinya dan menunjukinya ke jalan yang lurus. Orang yang menemukan Allah besertanya akan selalu merasa tenang, gembira, kuat, dan tidak ada yang perlu ditakuti. Bukankah Allah telah menguatkan semangat Musa dan Harun AS ketika mereka merasa takut berhadapan dengan Firaun?
Allah berfirman: Janganlah kamu berdua takut, sesunqguhnya Aku bersama kamu berdoa Aku Mendengan dan Melihat (Thaha: 46).
Bukankah Nabi Muhammad SAW pernah memperkuat semangat Abu Bakar As Siddiq ketika beliau berdua berada dalam gua Tsur?
Firman Allah: Ketika orang orang kafir (mushrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah), sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu ia berkata kepada temannya: "Jangan kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita. (At Taubah / 9: 40).
Dan jika kamu memohon maka memohonlah kepada Allah: Maksudnya: Setelah kita meyakini bahwa jika kita memelihara hukum hukum Allah niscaya Allah akan selalu berada bersama kita dengan ilmunya, hidayahNya dan pertolongannya. Maka sudah sewajarnyalah jika kita meminta sesuatu harus kita memohon kepada Allah yang Maha Dekat (Qarib) lagi Maha Pemberi (Wahhab), bukan kepada yang lain.
Permohonan manusia kepada Allah ada dua cara:
Melalui lisan. Mengungkapkan isi hati melalui lidah dengan penuh khusyuk dan merendah diri (tawadhu ') dihadapan Allah yang Maha Kaya lagi Maha Berkuasa.
Melalui praktek. Apa saja praktek yang dilakukan, apakah sebagai pedagang, dokter, pekerja pabrik, menuntut ilmu, hendaknya mereka selalu ingat kepada hukum hukum Allah ketika melaksanakan tugas masing masing sambil mengharap kiranya pekerjaan tersebut dapat membawa kebaikan baginya pada masa depan.
Dan jika kamu meminta pertolongan maka mintalah kepada Allah.
Isi nasihat ini mengandung dua pengajaran:
Mengingatkan umat manusia bahwa mereka adalah makhluk yang lemah, kekuatan mereka sangat terbatas, mereka tidak akan dapat mencapai apa yang mereka hajatkan tanpa bantuan pihak lain.
Mengingatkan umat manusia betapa kuasa Allah yang tiada tara dan batasannya. Segala penghuni langit dan bumi tunduk kepada ketentuan-Nya. Jadi atas dasar inilah maka manusia harus memohon sesuatu hanya kepada Allah. Kecuali dalam hal-hal biasa yang termampu dikerjakan oleh manusia, seperti mengangkat suatu barang, meminjam sesuatu dan lain-lain.Namun demikian kita juga harus memohon kepada Allah agar dipermudah jalan untuk mendapatkannya.
Selain itu juga wajib diketahui bahwa memohon pertolongan kepada Allah atau berdoa kepada-Nya harus langsung secara terus menerus kepada-Nya, tidak melalui sembarang perantara atau wasitah dari manusia atau lainnya.
Tidak ada orang yang dapat memberi manfaat dan mudarat tanpa izin Allah:
Rasul saw. menjelaskan kepada Ibnu Abbas RA bahwa jika sekalian umat atau makhluk kelompok dan bersatu untuk memberi manfaat kepadanya ataupun sebaliknya mereka bersatu dan berkumpul untuk mendatangkan mudarat kepadanya, namun semua itu tidak mungkin akan terjadi kecuali apa yang telah dituliskan untuknya di Lauh Mahfudz sejak azali.
Oleh sebab itu kita tidak seharusnya terlalu gembira atau berduka terhadap sesuatu yang dilakukan orang lain terhadap diri kita. Karena kita yakin bahwa segalanya adalah di dalam ketentuan Allah. Kalau di dalam ketentuannya tidak ada keputusan untuk memberikan sesuatu kepadanya, niscaya dia pasti tidak akan dapat memperolehnya meskipun seluruh makhluk bersatu berusaha untuk menolongnya. Demikian sebaliknya kalau ditentukan bahwa ia akan mendapatkannya, meskipun seribu hambatan, pasti ia akan memperolehnya juga.
Allah berfirman: Dan jika Allah kenakan bahaya kepada engkau maka tidak ada yang menjauhkannya melainkan Dia.Dan jika dia menginginkan kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya itu. (Yunus: 107)
JADI .....KESIMPULANNYA:

Normal ??? Abnormal ????





Bingung ???? gag usah bingung coyyyy
kita bahas sama-sama yaaaaaa
Pada hakekatnya, konsep tentang normalitas dan abnormalitas itu sangat samar-samar batasnya. Sebab kebiasaa-kebiasaan dan sikap hidup yang dirasakan sebagai normal oleh suatu kelompok masyarakat dapat dianggap sebagai abnormal oleh kelompok masyarakat yang lain. naaahhh loooh ???
Namun demikian, tingkah laku abnormla tadi kadang kala begitu mencolok dan berbeda dengan tingkah laku biasa pada umumnya, sehingga kita tidak akan ragu-ragu lagi untuk menyebutnya abnormal.
Sebelumnya kita lihat dulu yuuukkk apa itu Tingkah laku pribadi yang normal ????
Tingkah laku pribadi yang normal adalah :sikap hidupnya/ attitude-nya sesuai dengan pola kelompok masyarakat tenpat ia berada, sehingga tercapai satu relasi interpersonal dan intersosial yang memuaskan.
Naaahhh sekarang baru kita bahas Pribadi yang Normal dan pribadi yang tidak normal (abnormal)
  • Pribadi yang normal itu secara relatif dekat sekali dengan integrasi jasmaniah-rokhaniah yang ideal, kehidupan psikisnya kurang lebih stabil sifatnya, tidak banyak memendam konflik-konflik batin, tenang dan jasmaniahnya sehat selalu.
  • pribadi yang abnormal mempunyai atribut secara relatif mereka itu jauh daripada status integrasi. ada tingkat atribut "inferior" dan "superior". Pribadi yang abnormal pada umunya dihinggapi gangguan mental, atau ada kelainan-kelainan/abnormalitas pada mental-mentalnya. Orang-orang abnormal ini selalu diliputi banyak konflik-konflik batin, miskin jiwanya, dan tidak stabil.
Bagaimana ???? Pilihan ada pada kalian looooohhh hehe
Dengan belajar ...
Kita bisa jadi pintar ...
dengan pintar kita tak gentar melawan nalar-nalar tak benar ...
Mungkin ini dulu yaaa kawan lain kesempatan kita sambung belajar kitaaaa.. daaa daaaa
jaazakillah khairan katsir
Billahi taufiq walhidayah
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.


Kartini, Kartono, 2009, Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual, Bandung: Mandar Maju