PERSEPSI
Melihat
adalah salah satu cara yang vital bagi kita untuk mengalami hidup. Indra kita,
secara kolektif menghubungkan kita dengan dunia. Kita melihat wajah teman yang
kita sayangi, merasakan tangan yang merangkul dan menenangkan di pundak kita, atau
mendengar nama kita dipanggil. Kemampuan kita untuk memersepsikan dunialah yang
memungkinkan kita untuk menjangkau dunia dengan berbagai cara yang kita lakukan
setiap hari.
Sensasi
dan persepsi adalah proses inti dari pengalaman kita yang paling menakjubkan.
Berkunjung ke Derawan misalnya sebagai contoh, seringkali digambarkan sebagai
pengalaman yang menakjubkan dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.
Mengalami dan merasakan kedalaman, keluasan, keindahan dan juga suara yang
menakjubkan dari lubang raksasa pada bumi kita ini adalah sebuah momen yang
mungkin tidak terlupakan. Meskipun begitu, tanpa adanya indra kita, kesempatan
ini akan hilang.
Para
peneliti sensasi dan presepsi memiliki kekhususan yang sangat luas, seperti
oftalmologi, ilmu tentang sturktur, fungsi dan penyakit mata. Audiologi ilmu
yang berhubungan dengan pendengaran ; neurologi (neurology), penelitian ilmiah
mengenai sistem saraf, dan masih bayak yang lainnya. Untuk memahami sensasi dan
presepsi dibutuhkan pemahaman aspek-aspek fisik mengenai objek presepsi kita
cahaya, suara, tekstur dan lainnya. Pendekatan psikologis mengenai
proses-proses ini melibatkan pemahaman mengenai struktur fisik dan fungsi dari
organ indra, dan juga pengolahan otak terhadap informasi ini menjadi pengalaman.
Persepsi bukanlah cerminan langsung dari dunia nyata, tetapi lebih kepada
interpretasi yang diperhitungkan sebuah
proses konsturktif dan integratif. Kita akan melihat bukti-bukti yang mengejutkan
tentang kreativitas yang digunakan oleh otak kita dalam pendekatannya terhadap
dunia nyata melalui demonstrasi “titik mati” (blind spot) pada bagian berikut
dari bab ini.
A.
Mendeteksi,
Memproses, dan Mengiterpretasi Pengalaman
Para peneliti sensasi dan presepsi memiliki kekhususan yang sangat
luas, seperti oftalmologi, ilmu tentang sturktur, fungsi dan penyakit mata.
Audiologi ilmu yang berhubungan dengan pendengaran ; neurologi (neurology),
penelitian ilmiah mengenai sistem saraf, dan masih bayak yang lainnya. Untuk
memahami sensasi dan presepsi dibutuhkan pemahaman aspek-aspek fisik mengenai
objek presepsi kita cahaya, suara, tekstur dan lainnya. Pendekatan psikologis
mengenai proses-proses ini melibatkan pemahaman mengenai struktur fisik dan
fungsi dari organ indra, dan juga pengolahan otak terhadap informasi ini
menjadi pengalaman. Persepsi bukanlah cerminan langsung dari dunia nyata,
tetapi lebih kepada interpretasi yang diperhitungkan sebuah proses konsturktif dan integratif.
1.
Sensasi
Sensasi (sensation) adalah proses menerima energi rangsangan
dari ligkungan luar. Rangsangan terdiri atas energi fisik seperti cahaya,
suara, dan panas. Rangsangan dideteksi oleh sel reseptor khusus pada organ
indra mata, telinga,
kulit, hidung, dan lidah. Ketika sel-sel reseptor mencatat adanya rangsangan,
energi tersebut dikonversi menjadi implus kimia listrik. Proses perubahan
energi fisik menjadi energi kimia listrik yang disebut transduksi (transduction).
Transduksi menghasilkan potensial aksi yang mengalirkan informasi mengenai
rangsangan melalui sistem saraf ke otak (Jia, Dallos, & He, 2007; Lumpkin
& Caterina, 2007). Keika rangsangan ini sampai ke otak , informasi bergerak
ke bagian yang berhubungan pada korteks serebrum (Pasupathy,2006). Sensasi
mengacu pada pendekatan dini tehadap energi dari dunia fisik. Studi terhadap
sensasi umumnya berkaitan dengan struktur dan proses mekanisme sensorik beserta
stimuli yang mempengaruhi mekanisme-mekanisme tersebut.
2.
Persepsi
Secara
etimologi, persepsi atau dalam bahasa inggris perception berasal dari bahasa
latin perception yang artinya menerima atau mengambil. Kata persepsi baisanya
dikaitkan dengan kata latin, menjadi
persepsi diri, persepsi sosial (Calhoun & Acocella 1990; Gerungan, 1987)
dan persepsi interpersonal ( Rahmat, 1994). Persepsi (perception) dalam arti
sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu; sedangkan
dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimanan seseorang
memandang atau menagrtikan sesuatu (Leavitt 1978).
Persepsi
melibatkan kognisi tingkat tinggi dalam penginterpretasian terhadap informasi
sensorik. Pada dasarnya, sensasi mengacu pada pendeteksian dini terhadap
stimuli; persepsi mengacu pada
interpretasi hal-hal yang kita indera. Ketika kita membaca buku, mendengarkan
iPod, dipijat orang, mencium parfum, atau mencicipi sushi, kita mengalami lebih
dari sekedar stimulasi sensorik. Kejadian-kejadian sensorik tersebut di
prosessesuai oengetahuan kita tentang dunia, sesuai budaya, pengharapan, bahkan
sesuaikan dengan orang yang bersama kita saat itu. Hal-hal tersebut memberikan
makna terhadap pengalaman sensorik sederhana dan itulah persepsi.
Otak
memberikan makna terhadap sensasi mealui persepsi. Persepsi (peerception)
adalah proses mengatur dan mengartikan informasi sensoris untuk memberikan
makna. Sel-sel reseptor pada mata kita mencatat benda berwarna perak di
angkasa, tetapi sel-sel ini tidak “melihat” sebuah pesawat; sel reseptor di
telinga bergetar dengan cara tertentu, tetapi se-sel ini tidak “mendengar”
sebuah simfoni. Menemukan pola-pola bermakna dari informasi sensoris inilah
yang disebut persepsi. Proses merasa dan memersepsi memeberikan sudut pandang
tiga dimensi kepada kita tentang matahari terbenam, sebuah konser musik rock,
sentuhan kasih sayang, rasa manis, dan juga aroma bungan dan menthol.
a.
Proses persepsi
Salah satu
pandangan yang dianut secara luas menyatakan bahwa, psikologi sebagai telaah
ilmiah, berhubungan dengan unsur dan proses yang merupakan perantara rangsangan
diluar organisme dengan tanggapan fisik organiseme yang dapat diamati terhadap
rangsangan. Menurut rumus ini, yang dikenal dengan teori rangsangan-tanggapan
(stimulus-respon/ SR) persepsi merupakan bagian dari keseluruhan proses yang
menghasilkan tanggapan setelah rangsangan diterapkan kepada manusia. Subproses
psikologis lainnya yang mungkin adalah pengenalan, perasaan, dan penalaran.
Seperti
dinyatakan dalam bagan 1 berikut, persepsi dan kognisi diperlukan dalam semua
kegiatan psikologis.


