Hello Guys, seperti yang sudah penulis kemukakan sebelumnya, bahwa perbedaan antara skala dan angket/kuesioner akan dibahas pada post yang memuat tentang skala. So cekidot!!
Pertama kita akan membahas terlebih dahulu apa itu skala secara ringkas, karena penjelasan lebih lengkap bisa kalian dapatkan di referensi-referensi yang penulis cantumkan diakhir post.
Skala psikologi merupakan salah satu alat pengumpulan data yang mengukur aspek dibidang non-fisik, khususnya di bidang psikologi. Pengukuran dibidang fisik seperti berat badan, kecepatan kendaraan, luas bidang datar, suhu udara, dan masih banyak lainnya. Sedangkan pengukuran di bidang non-fisik atau psikologis jauh lebih sukar, sebab atribut non-fisik tidak dapat diukur sampai pada tingkat rasio, yaitu angka interval yang memiliki harga nol mutlak. Mengapa hal ini dapat terjadi?
Hal ini dapat terjadi karena, atribut psikologi bersifat latent, artinya objek pengukuran psikologi merupakan konstrak yang tidak dapat teramati secara langsung melainkan hanya dapat diungkap secara tidak langsung melalui banyak indikator keperilakuan operasional. Aitem-aitem yang ditulis pun terbatas pada indikator keperilakuan. Respon yang diberikan responden terhadap stimulus dalam skala psikologi sedikit-banyak dipengaruhi oleh variabel-variabel yang tidak relevan seperti suasana hati subjek, gangguan kondisi dan situasi di sekitar, dan lain sebagainya.
Lalu apa dong perbedaannya dengan angket? Toh sama-sama berbentuk pengukuran non-fisik juga? dan sama-sama ingin mengungkap sesuatu dari responden?
Nah, Meskipun dalam pengunaan sehari-hari banyak disama-samakan, namun ternyata kedua instrumen ini berbeda loh, ini perbedaanya:
1. Data yang diungkap oleh angket berupa data faktual atau yang dianggap fakta dan kebenaran yang diketahui oleh subjek, sedangkan data yang diungkap oleh skala psikologi adalah deskripsi mengenai aspek kepribadian individu. Detailnya, data seperti riwayat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pilihan metode KB, penghasilan rata-rata perbulan, jenis film yang disukai merupakan data yang diungkap oleh angket/kuesioner. sedangkan data yang dapat diungkap dengan skala seperti, data mengenai tendensi agresivitas, sikap terhadap sesuatu, self-esteem, motivasi, strategi menghadapi masalah, dan lainnya.
2. Pertanyaan dalam angket berupa pertanyaan langsung terarah kepada informasi mengenai data yang hendak diungkap. sedangkan pada skala psikologi aitem-aitemnya merupaka penerjemah dari indikator keperilakuan guna memancing jawaban yang tidak secara langsung menggambarkan keadaan diri responden, yang biasanya tidak disadari oleh responden.
Gimana? berbeda bukan?
Nah itu tadi sekilas pembahasan mengenai skala dan angket. Walaupun kita menganggap mereka kembar tapi mereka berbeda. Buat kamu yang pengen tau lebih dalam dan penulis berharap belum puas dengan penjelasan di blog ini, bisa tuh cek referensi yang dicantumin di akhir tulisan, dan tak lupa penulis mencantumkan contoh skala psikologi.
Referensi:
Azwar, S. (2017). Penyusunan Skala Psikologi: edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Skala Psikologi
4/
5
Oleh
Kusumawati

