Minggu, 30 September 2012

Pengertian Atribusi



Atribusi adalah kesimpulan atau atau inferensi yang di ambil orang tentang apa yang menjadi penyebab suatu kejadian dan perilaku diri sendiri maupun orang lain.  Atribusi penting untuk di pelajari dalam psikologi sosial karena hal ini dapat menerangkan pada kita bagaimana ornag menjelaskan suatu perilaku.  Dengan mempelajari atribusi, kita juga dapat melihat bias-bias yang terjadi ketika seseorang mnejelaskan perilaku orang lain, yang kemudian, pada gilirannya, mempengaruhi perilaku mereka sendiri.
Penelitian tentang atribusi di Amerika Serikat terpusat pada beberapa isu.  Salah satunnya terkait dengan tipe atau jenis atribusi yang dibuat orang, terutama dalam kaitannya dengan sumber atau lokus atribusi kausalitas mereka.  Menurut Myers (1996), kecenderungan memberi atribusi disebabkan oleh kecenderungan manusia untuk menjelaskan segala sesuatu, termasuk apa yang ada dibalik perilaku orang lain. Attribution theory (teori sifat) merupakan posisi tanpa perlu disadari pada saat melakukan sesuatu menyebabkan orang-orang yang sedang menjalani sejumlah tes bisa memastikan apakah perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan orang lain dapat merefleksikan sifat-sifat karakteristik yang tersembunyi dalam dirinya, atau hanya berupa reaksi-reaksi yang dipaksakan terhadap situasi tertentu .  Kajian tentang atribusi pada awalnya dilakukan oleh Frizt Heider (1958). Menurut Heider, setiap individu pada dasarnya adalah seseorang ilmuwan semu (pseudo scientist) yang berusaha untuk mengerti tingkah laku orang lain dengan mengumpulkan dan memadukan potongan-potongan informasi sampai mereka tiba pada sebuah penjelasan masuk akal tentang sebab-sebab orang lain bertingkah laku tertentu. Dengan kata lain seseorang itu selalu berusaha untuk mencari sebab mengapa seseorang berbuat dengan cara-cara tertentu. Misalkan kita melihat ada seseorang melakukan pencurian. Sebagai manusia kita ingin mengetahui penyebab kenapa dia sampai berbuat demikian.

Dua fokus perhatian di dalam mencari penyebab suatu kejadian, yakni sesuatu di dalam diri atau sesuatu di luar diri. Apakah orang tersebut melakukan pencurian karena sifat dirinya yang memang suka mencuri, ataukah karena faktor di luar dirinya, dia mencuri karena dipaksa situasi, misalnya karena dia harus punya uang untuk membiayai pengobatan anaknya yang sakit keras. Bila kita melihat/menyimpulkan bahwa seseorang itu melakukan suatu tindakan karena sifat-sifat kepribadiannya (suka mencuri) maka kita telah melakukan atribusi internal (internal attribution). Tetapi jika kita melihat atau menyimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh seseorang dikarenakan oleh tekanan situasi tertentu (misalnya mencuri untuk membeli obat) maka kita melakukan atribusi eksternal (external attribution).
Proses atribusi telah menarik perhatian para pakar psikologi sosial dan telah menjadi objek penelitian yang cukup intensif dalam beberapa dekade terakhir. Cikal bakal teori atribusi berkembang dari tulisan Fritz Heider (1958) yang berjudul “Psychology of Interpersonal relations). Dalam tulisan tersebut Heider menggambarkan apa yang disebutnya “native theory of action”, yaitu kerangka kerja konseptual yang digunakan orang untuk menafsirkan, menjelaskan, dan meramalkan tingkah laku seseorang. Dalam kerangka kerja ini, konsep intensional (seperti keyakinan, hasrat, niat, keinginan untuk mencoba dan tujuan) memainkan peran penting.
Menurut Heider ada dua sumber atribusi tingkah laku: (1). Atribusi internal atau atribusi disposisional. (2). Atribusi eksternal atau atribusi lingkungan. Pada atribusi internal kita menyimpulkan bahwa tingkah laku seseorang disebabkan oleh sifat-sifat atau disposisi (unsur psikologis yang mendahului tingkah laku). Pada atribusi eksternal kita menyimpulkan bahwa tingkah laku seseorang disebabkan oleh situasi tempat atau lingkungan orang itu berada.
dua teori yang paling menonjol dari segi konsep dan penelitian, yaitu teori inferensi terkait (correspondence inference) dari Jones dan Davis (1965) dan teori ko-variasi Kelley (Kelly’s covarioance Theory) yang dirumuskan oleh Harlod Kelley (1972).  Sedang menurut buku pengantar psikologi lintas budaya karangan David Matsumoto     Salah satu konsep popular dalam penelitian atrribusi, sebagai contoh, adanya pembedaan antara atribusi internal dan eksternal.Atibusi internal adalah atribusi yang memandang bahwa penyebab prilaku ada dalam diri pelakunya; atribusi eksternal adalah atribusi yang memandang penyebab prilaku berada diluar diri seseorang.
Atribusi sudah banyak diteliti dalam situasi-stuasi prestatif, mulai dari setting akademik sampai konteks olahraga dan pekerjaan. Penelitian-penelitan ini, pada gilirannya, membauhkan beberapa teori ytama tentang atribusi. Penelitian tentang bias atribusi- kecenderungan untuk menarik tipe-tipe atribusi tertentu meski tidak didukung bukti – telah menghasilkan beberapa konsep yang popular dalam psikologi sosial, seperti kesalahan atribusi mendasar ( fundamental attribution error), atribusi defensif, dan bias yang menguntungkan diri ( self – serving bias).


Related Posts

Pengertian Atribusi
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.